My Moments with Some Educations

Pages

Saturday, 12 September 2015

Akulturasi agama dan budaya dalam Wiwit di Sangubanyu, Sumberrahayu, Moyudan, Sleman

Akulturasi agama dan budaya dalam Wiwit di Sangubanyu, Sumberrahayu, Moyudan, Sleman


-          Deskripsi :
Pada awal ingin memetik padi diadakan wiwit. Wiwit itu sendiri adalah acara memetik padi yang jumlah memetik padi itu berdasarkan jumlah hitungan jawa setelah memetik padi diadakan makan bersama, yang makanan itu disediakan oleh yang memiliki sawah bukan makan yang disediakan dari petaninya pemetik padinya sendiri-sendiri. Yang makanannya seperti nasi megana. Nasi megana biasanya itu terdiri dari sayuran seperti sayuran kluwih, kacang panjang, daun mlinjo yang masih muda. Kemudian lauknya seperti gereh pethek (gereh kecil-kecil) ataupun teri. Lalu seluruh sayuran dan lauk pauk itu dicampur bersama parutan kelapa muda dan nasi putih. Acaranya itu dilakukan oleh para ibu-ibu atau bapak-bapak tergantung petani yang mau memetik saat wiwit tersebut. Wiwit dilaksanakan pada umumnya di sawah karena acaranya memetik padi dan makan bersama. Situasinya pastilah senang karena wiwit tersebut diadakan saat musim panen. Wiwit tersebut dilakukan pada saat panen saja karena untuk bertujuan perwujudan dari rasa syukur telah diberi rejeki yang melimpah berwujud panen padi dari Allah SWT.

-          Unsur Agama
Walaupun tidak terlalu terlihat unsur agamanya tetapi unsur agamanya sebenarnya terlihat dari tujuan diadakannya tradisi wiwit tersebut. Karena tujuannya untuk mensyukuri rejeki dari Allah yang telah Allah berikan kepada pada petani dan kepada si pemilik sawah.

-          Unsur Budaya
Unsur budayanya adalah dari tradisi memetik padinya dan makan bersama dengan nasi megana. Karena tradisi itu tidak selalu ada dilapisan masyarakat oleh karena itu budaya tersebut yang menonjol. Dan dalam tradisi wiwit ada makan bersamanya disitu unsur kebersamaannya sangat kental budaya semacam itu seharusnya tidak ditinggalkan karena mampu memperkuat persatuan.

-          Komentar

Tradisinya mampu mempersatukan dari unsur budaya dan unsur agama menjadi satu kesatuan yang baik. Tradisinya tidaklah melenceng dari syariat agama karena tujuannya adalah mensyukuri rejeki dari Allah. Kebersamaannya seperti makan bersama mampu mempererat tali silaturahmi dan mampu menciptakan suasana kebersamaan sehingga perpecahan bisa saja terhindarkan. Tradisi semacam wiwit tersebut patut dilestarikan dan jangan ditinggalkan karena selain mempererat hubungan dengan Allah dan manusia, tradisi tersebut juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan dengan mempekerjakan para pemetik padi sehingga tidak hanya bermanfaat bagi pemilik sawah namun juga bermanfaat bagi para pemetik padi tradisi wiwit tersebut.
Share:

CHOOSE YOUR LANGUAGE

English French German Spain Italian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Followers


Traffic Visitor